
Jujur,hampir kurang lebih 5 tahun,saya mengenal mereka.
Sebuah girlband asal Korea
Selatan yang sekarang sedang fenomenal di seluruh dunia. Disini saya tidak
mejelaskan siapa sebenarnya mereka. Tapi,mungkin saya ingin membahas soal nilai
kehidupan yang terkandung selama mereka menjadi girlband profesional.
Pada awal saya mengenal mereka,banyak berita yang mengabarkan kalau mereka hanya operasi plastik,jadi maksudnya kecantikan mereka dibuat-buat. Jujur,sejak saat itu saya agak kesal dengan mereka karena untuk apa cantik kalau kecantikannya dibuat-buat? lebih baik jelek tapi muka asli.
Tapi kemudian saya sadar. Mereka seorang publik figur.
Mereka tampil di layar kaca. Dengan itu,mereka harus mempunyai tubuh yang
bagus,agar dapat menarik banyak perhatian. Lagipula siapa saya?
keluarga,sahabat,teman? bukan. Saya hanya seorang 'Fans' dari mereka. Toh
mereka oplas apa peduli saya? saya gak berhak melarang mereka.
“Pada saat awal karir mereka, kami membuat mereka (SNSD)
makan sambil duduk diatas meja sedangkan kami para staff hanya duduk di lantai.
Dan salah satu member menangis melihat para staff makan sambil duduk di lantai.
Mereka harus pergi rekaman setelah itu tapi dia menangis. Lalu aku bertanya
padanya kenapa dia menangis dan dia bilang karena dia merasa bersalah melihat
kami para staff makan sambil duduk di lantai, aku sangat tersentuh. Dan dia
adalah Taeyeon.”
Itu pertama kalinya saya mendengar seorang artis yang begitu
memikirkan para staff-nya. Sebenarnya saya tidak akan merasa heran kalaupun
saya mendengar ada artis bertindak arogan, apalagi mereka bukanlah artis biasa,
mereka idola yang di elu-elukan disana.
Dan ketika Yoona menjawab sebuah pesan dari fans yang
dikirimkan lewat UFO, sebuah layanan khusus yang menyediakan komunikasi dua
arah dari fans kepada idolanya dan sebaliknya.
Fans: 22 Mei! Apakah kau siap bermain dengan SONE di antara
lautan balon pink? Percayalah kepada SONE!
Yoona : Kali ini jangan bertengkar, ini adalah konser yang
dinikmati oleh semua team.
22 Mei 2010 adalah tanggal dimana Dream Concert 2010
digelar, sebuah pagelaran musik terbesar di Korea Selatan. Semua artis akan
berkumpul memeriahkan acara, dan tentu saja fans akan datang untung menonton
idolanya. Tapi setiap tahun selalu ada keributan antar fans. SONE (baca:
sowon), sebutan bagi fans SNSD, dan fans lainnya seperti tidak akan pernah
tenang menikmati konser tersebut. Selalu ada oknum yang merusak suasana, selalu
ada oknum yang menyulut perkelahian antar fans, dan perkelahian antar fans
selalu berujung membawa nama buruk untuk idolanya, meskipun para idola seolah
tidak terlalu ambil pusing melihat fanwar-fanwar yang selalu terjadi tiap tahun
ini. Dan untuk pertama kalinya saya membaca pesan seorang idola kepada fansnya,
yang mengingatkan untuk tidak bertengkar dan membuat keributan pada saat konser
berlangsung. Seolah dia tidak tahu kalau banyak orang menjelek-jelekkannya dan
itulah sebab kenapa fans-nya marah dan menyerang balik fans dari grup lain yang
mengatai-ngatainya.
Dalam sebuah grup, apalagi yang berskala besar seperti
mereka, pasti ada satu-dua member yang bisa dikatakan underrated, disini saya
akan mengambil contoh Hyoyeon. Dia adalah dancer utama di SNSD, tapi dia sangat
jarang mendapat sorotan. Dia selalu ditempatkan di ujung dalam foto grup, dia
mendapat porsi paling sedikit di lagu-lagu yang mereka nyanyikan, screen-time
yang minim di setiap music video, atau bahkan paling sedikit gambar dalam sebuah
pictorial. Tapi hebatnya dia tidak pernah sekalipun protes tentang hal itu,
atau paling tidak memperlihatkan kekecewaannya di publik. Saya katakan dia
hebat karena saya pernah sebelumnya melihat salah satu artis idola dari grup
lain yang juga senasib dengan Hyoyeon, tapi dia berulang kali mengungkapkan
kekecewaannya di acara-acara TV. Dan saya kembali belajar bahwa apapun yang
saya lakukan saya harus melakukannya dengan total, optimis dan ikhlas, maka
dengan begitu saya pun tidak akan menyesal pada apapun hasilnya nanti.
Dan saya juga belajar dari seorang Tiffany yang sering
dicerca pada awal debutnya. Dia adalah seorang gadis Korean-American yang pada
usia 15 tahun nekat pergi ke Korea
Selatan untuk menjadi seorang trainee meskipun keinginannya sempat ditentang
keras oleh ayahnya. Menjadi seorang trainee bukan berarti nantinya dipastikan
dia akan debut dan menjadi artis, dan menjadi artis pun belum tentu dia akan
sukses. Tapi dengan kenekatannya, dan pasti dengan kerja kerasnya, dia berhasil
membuktikan pada semua orang bahwa apapun bisa terjadi. Tiffany pergi ke Korea
sendirian, dan disana dia menghadapi tantangan seperti perbedaan budaya, tata
krama dan bahasa. Begitu banyak orang memojokkan dia di awal debutnya sebagai
penyanyi, karena dia ‘berbeda’. Dan dia tidak pernah mengeluh atau membela
diri. She took the judgement as her motivation to improve. Dia tumbuh besar
bersama cercaan-cercaan itu. Karena semakin orang mencerca, dia akan semakin
mencari dimana kekurangannya dan disitulah dia akan mencoba untuk
memperbaikinya.
“In life we’re tested by major changes, delayed promises,
impossible problems, unanswered prayers, undeserved criticm, and even senseles
tragedies. He (God) tests faith through problems, hope by how we handle
possessions, and love through people”
- SNSD Tiffany, Thanks To Section of ‘Oh!’ the 2nd Album
Seorang Sooyoung yang baru-baru ini terkena musibah
kecelakaan ketika dalam perjalanan amal, dia membuat video sendiri yang
ditujukan kepada fans-nya, berisi ucapan terimakasih dan permohonan maaf karena
dia tidak bisa tampil bersama teman-temannya di beberapa kesempatan, juga
tulisan dalam berbagai macam bahasa yang isinya “AKU BAIK-BAIK SAJA”. Dan
Sunny, Jessica, Yuri, juga Seohyun, mereka seperti tidak pernah berhenti
membuat saya kagum. Mereka hebat secara individual, dan ketika sembilan
individu ini bersama saya melihat mereka menjadi semakin kuat. Semakin hebat
karena mereka tidak pernah lupa berterimakasih pada orang-orang yang berjasa
kepada mereka, tindakan kecil seperti membuat video yang dilakukan Sooyoung
membuat para fans merasa dihargai.
Selama menjadi fans mereka, saya benar-benar melihat mereka
berkembang. Secara mental, secara emosional, dan secara fisik. Mereka bukan
lagi gadis yang bisa bernyanyi dan menari dengan membawa lollipop seperti yang
mereka lakukan tiga tahun yang lalu. Melihat mereka berdandan dan berpakaian
seksi diatas panggung bukan hal yang wah lagi. Orang akan melihat itu sebagai
sesuatu yang tabu, atau bahkan “menjijikkan”. Tapi saya tahu mereka melakukan
itu karena itu pekerjaan mereka, mereka hanya memakai pakaian itu diatas
panggung, di luar panggung mereka adalah gadis-gadis dengan kepribadian yang
luar biasa.
Dari mereka saya belajar bagaimana menjadi orang yang bisa
menerima apa yang Tuhan berikan kepada saya, saya belajar untuk menikmati apa
yang saya lakukan, saya belajar untuk menjadi orang yang tidak mudah komplain
dan menyerah pada keadaan, saya belajar untuk optimis, saya belajar bahwa
semuanya tidak bisa kita peroleh secara instan. Filosofi roda berputar
benar-benar saya lihat dari SNSD. Mereka meniti karir dari bawah, secara
perlahan berputar keatas, dan setelah mereka melewati puncak karir mereka,
pasti suatu saat mereka akan kembali jatuh kebawah, tapi saya yakin mereka akan
jatuh dengan indah mengingat kerja keras yang sudah mereka lakukan selama ini.
Saya tidak pernah menjadi fans dari suatu grup atau publik figur lebih lagi
satu tahun, tapi saya sudah dua tahun menjadi fans dari SNSD. Ketika orang
bertanya, kenapa saya, seorang cewek, malah menjadi fans SNSD? Kenapa bukan
fans dari boyband yang notabene ganteng-ganteng itu? SNSD, mereka cantik, fisik
mereka sempurna, tapi itu hanya nilai plus dari mereka. Saya bukan lagi melihat
mereka sebagai artis yang saya elu-elukan dan saya cintai karena fisik dan
talenta mereka, tapi saya melihat mereka sebagai gadis-gadis yang luar biasa,
yang bisa saya tiru semangatnya dan bisa memberi contoh positif kepada saya.
Saya bangga saya mengenal mereka bukan hanya sebagai sosok idola, tetapi
sebagai individu-individu yang hebat.
Menjadi fans tidak harus latah dan harus meniru idola kita
100%, kita bisa mengambil apa yang positif dari mereka dan meninggalkan apa
yang menurut kita kurang pantas untuk ditiru.
terima kasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar